B. Indonesia

Pertanyaan

Kumpulan teks negosiasi

1 Jawaban

  • Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Rumah

    Pada suatu siang, Pak Tomo mendatangi rumah Pak Juki untuk bernegosiasi harga rumah
    Orientasi
    Pak Tomo: Permisi....Kulonuwun....
    Pak Juki: Monggo Pak, eh tumben sekali Pak Tomo mampir, mari silahkan masuk.
    Pak Tomo: Iya pak.
    Pak Juki: Silahkan duduk pak, ada apa ini kok tumben mampir ke rumah?

    Permintaan
    Pak Tomo: Hahaha, itu lho pak, saya dengar dari pak RT katanya rumah bapak yang dipojokan gang itu mau dijual ya?

    Pemenuhan
    Pak Juki: Betul sekali pak, itu rumahnya memang mau saya jual, lha sudah ga sanggup ngurus dua rumah mas, kalau dikontrakin misalnya saya pasang harga mahal ya susah cari yang sewa, kalau murah kok ya saya rugi perawatannya.
    Kebetulan juga itu saya mau jual, karena rencananya mau beli tanah buat perkebunan saja mas, buat kesibukan di hari tua.
    Pak Tomo: Hahaha, Pak Juki ini memang pantang menyerah, sudah umur tapi masih bisa saja usahanya.
    Pak Juki: Dari pada bingung Pak, lha anak-anak juga sudah pada berkeluarga dan pada bikin rumah sendiri, gak mau pakai rumah yang itu.
    Pak Tomo: Ini kebetulan saya kok berminat ya pak, tentunya kalau harganya cocok dengan kondisi keuangan saya, hahaha...
    Pak Juki: Wah, kalau sama tetangga sendiri ya saya gak mahal kok pak jualnya.
    Pak Tomo: Kalau boleh tahu, rumahnya dijual dengan harga berapa ya pak?
    Pak Juki: Itu karena banyak yang harus direnovasi, terus terang saya pasang harga tanah sama harga bahan bangunannya saja pak biar realistis.
    Luas tanah 200 meter, luas bangunan 150 meter, untuk detailnya sudah ada di sertifikat tanah yang nanti bisa dicek.
    Ya pakai ukuran harga tanah disini dan harga bahan bangunan sekarang ini, rumah itu saya jual seharga 750 juta pak. Tentu kalau buat orang lain ya gak segitu harganya.

    Penawaran
    Pak Tomo: Hahaha, iya pak. Tapi ini saya boleh nawar nggak ya pak?
    Pak Juki: Mongga pak, silahkan ditawar, kalau jodoh pasti ketemu pak.
    Pak Tomo: Hahaha, Iya pak, kebetulan saya punya budget 500 juta, apa boleh kalau harganya segitu pak?
    Pak Juki: Ya, kalau untuk orang lain, rencananya rumah itu mau saya jual 850 juta pak, tapi karena hari ini bapak duluan datang, harga yang saya pasang 750 juta. Tentu banyak yang saya pertimbangkan.
    Jadi kalau untuk harga yang masih jauh dari 750 juta saya belum bisa lepasnya pak karena rencananya memang uang hasil penjualan rumah itu nantinya mau saya belikan tanah di daerah Bantul, punya tetangga dari saudara saya dan harganya kebetulan segitu.
    Kalau misalnya laku 850 juta kan saya masih punya modal buat bikin usaha di tanah itu pak.

    Persetujuan
    Pak Tomo: Ya pak, saya paham sekali kalau harga 750 juta itu sudah sangat realistis untuk ukuran rumah di sini. Tapi ya itu pak, saat ini saya masih punya uang 500 juta.
    Bulan depan baru saya bisa punya uang lagi dari hasil perkebunan saya. Ini kalau misalnya bapak tidak keberatan, apa boleh kalau saya nego waktu dulu untuk pembayaran penuh atas rumah itu pak?
    Pak Juki: Ya ndak apa-apa pak, saya juga nggak buru-buru kok pak ini. Ya kalau Pak Tomo berminat dan bisa bulan depan saya nggak masalah pak.
    Pak Tomo: Kalau begitu apa perlu saya kasih uang muka dulu pak?
    Pak Juki: Ah, nggak usah pak, sama tetangga sendiri juga kok, hahaha. Jadi kalau bulan depan malah kita bisa sambil ngobrolin tetang notarisnya.
    Ya kalau jadi, nanti saya nggak keberatan cari notarisnya pak, biaya notaris biar saya yang tanggung.
    Pak Tomo: Wah, ya boleh lah kalau begitu pak. Tapi baiknya saya DP aja ya pak biar sama-sama enak.
    Pak Juki: Ya saya ikut bapak saja enaknya gimana.

    Pembelian
    Pak Tomo: Ini saya DP 300 juta dulu ya pak, sisa pelunasannya bulan depan sekalian.
    Pak Juki: Sebentar pak, kalau begitu saya ambil kwitansi dulu sama materai. Soalnya ini uang bukan sedikit jumlahnya, biar saya lega dan bapak juga ada pegangan hukum, maaf bukan maksudnya gimana-gimana lho pak, hahaha.
    Pak Tomo: Iya pak, hahaha, saya ikut bapak saja.
    (Pak Juki mengambil kwitansi dan materai, lalu menulis)
    Pak Juki: Ini sudah betul ya pak? Silahkan bapak tanda tangan di sini.
    Pak Tomo: Baik pak (Menandatangani)
    Pak Juki: Jadi ini deal ya pak.
    Pak Tomo: Deal pak, dan semoga tidak ada halangan sama sekali pak.
    Pak Juki: Mudah-mudahan pak, Amin. Kalau begitu bisa kita rembug segala macamnya dengan notaris bulan depan sekalian ya pak.
    Pak Tomo: Iya pak. Deal ini ya pak.
    Pak Juki: Deal pak, semoga lancar sampai bulan depan.
    Pak Tomo: Amin.

    Penutup
    Pak Juki: Wah sampai lupa bikin suguhan buat bapak ini.
    Pak Tomo: Hahaha, santai saja pak. Kalau begitu ini saya tak pamit dulu.
    Pak Juki: Lho kok buru-buru pak? Nggak ngopi-ngopi dulu?
    Pak Tomo: Wah, terimakasih pak, saya tak langsungan saja, ngurus kebun dulu, bentar lagi panen biar maksimal hasilnya.

Pertanyaan Lainnya