Sebutkan faktor yang menyebabkan pelapukan fisika pada batuan
Biologi
eka1106
Pertanyaan
Sebutkan faktor yang menyebabkan pelapukan fisika pada batuan
1 Jawaban
-
1. Jawaban yuulks
. Perubahan Suhu yang Ekstrim
Perubahan suhu yang ekstrim merupakan salah satu penyebab pelapukan fisika yang cukup dominan terjadi di daerah gurun. Pada siang hari, suhu udara di sekitar ekosistem gurun akan sangat tinggi, hal ini membuat batuan-batuan akan mengalami pemuaian. Mereka mengembang ukurannya menjadi lebih besar. Pada malam harinya, suhu udara kemudian akan turun secara drastis sehingga membuat batuan yang tadinya memuai akan mengalami pengkerutan sehingga ukurannya menyusut dengan cepat.
Proses ini berlangsung setiap hari dengan waktu yang cepat ini pada tahap selanjutnya mengakibatkan batuan yang terpapar perubahan suhu ekstrim akan mengalami kerapuhan. Batuan tersebut retak-retak secara bertaham mulai dari ukuran besar hingga ukuran remah menjadi tanah.
2. Pembekuan Air Tanah
Penyebab pelapukan fisika selanjutnya adalah karena pembekuan air tanah. Contoh pelapukan fisika dengan penyebab ini hanya terjadi di daerah sub tropis, misalnya di sekitar pegunungan Alpen dan Snowdonia. Di Indonesia sendiri, tepatnya di puncak pegunungan Jaya Wijaya, jenis pelapukan ini masih dimungkinkan dapat terjadi.
Suhu yang rendah di daerah beriklim sub tropis akan membuat air tanah mengalami pembekuan. Pembekuan ini membuat air tanah yang berada di pori tanah mengalami pengembangan ukuran. Pada tahap selanjutnya, keberadaan es di pori batuan akan memberikan tekanan pada batuan sehingga struktur batuannya rusak dan pecah.
3. Kristalisasi Air Garam
Contoh pelapukan fisika selanjutnya dapat kita jumpai di ekosistem pantai. Air garam yang masuk ke dalam pori batuan pada malam hari akan mengalami kristalisasi saat siang hari. Kristalisasi air garam menjadi garam membuat batuan mengalami kerusakan struktur. Pasir di pantai merupakan hasil dari proses pelapukan ini.

4. Tekanan Tinggi
Contoh pelapukan fisika karena tekanan tinggi dapat kita jumpai pada daerah dengan topografi curam. Tekanan tinggi pada batuan di bagian bawah yang diperoleh dari massa batuan di atasnya akan mendorong batuan mengalami kerusakan struktur. Ketegangan akan membuat batuan mengalami kerapuhan sehingga akhirnya longsor dan berubah ukurannya menjadi lebih kecil.