Biologi

Pertanyaan

apakah organ sistem saraf??

1 Jawaban

  • Mata pelajaran: biologi
    Kelas: IX SMP
    Kategori: Sistem koordinasi dan alat indera manusia
    Kode kategori berdasar kurikulum KTSP: 9.4.2
    Kata kunci: organ penyusun sistem saraf


    Jawaban: 

    Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi anggapan rangsangan.

    Organ yang menyusun sistem saraf adalah sel saraf (neuron) dan otak. 

    Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson. Sel-sel saraf (neuron) bergabung membentuk jaringan saraf. Ujung dendrit dan ujung akson lah yang menghubungkan sel saraf satu dan sel saraf lainnya.

    Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.

    Badan Sel
     adalah bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma.

    Neurit (Akson)
     adalah tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada dendrit), berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya. Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron.


    Sedangkan otak terdiri dari bagian-bagian yaitu otak besar, otak kecil, sumsum tulang belakang, dan sumsum lanjutan. 
     
    Otak Besar  berfungsi dalam mengatur hampir mayoritas kegiatan/aktivitas tubuh yang disadari, kecerdasan, intelektual, penalaran dan lain-lain. 

    Otak Kecil berfungsi sebagai pusat koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Jika terjadi rangsangan yang membahayakan, gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Otak kecil merupakan pusat keseimbangan. Apabila terjadi gangguan (kerusakan) pada otak kecil maka semua gerakan otot tidak dapat dikoordinasikan.

     Sumsum Lanjutan berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, kendali muntah, pengatur beberapa gerak refleks (seperti batuk, bersin, dan berkedip), dan pusat pernapasan. Selain itu, sumsum lanjutan berperan untuk mengantarkan impuls yang datang menuju otak. Sumsum lanjutan pun mempengaruhi refleks fisiologi, seperti jantung, tekanan darah, volume, respirasi, pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.

    Sumsum Tulang Belakang  berperan dalam mekanisme gerak refleks. 

    (EK)


    Semoga bermanfaat

Pertanyaan Lainnya